Marketing Fundamentals

Marketing secara sederhana yaitu merencanakan proses jual/beli sejak dari konsep hingga sampai ke tangan pembeli dan proses setelahnya.

Konsep marketing mencakup 4 elemen:

  1. Product. Identifikasi, pemilihan dan pembuatan produk yang diinginkan pasar
  2. Price. Nilai atau “pengorbanan” pembeli pada suatu barang
  3. Promotion.  Mengkomunikasi produk agar sampai ke calon pembeli
  4. Place. Menyediakan channel agar barang bisa dibeli

Artinya, marketing tidak melulu soal perencanaan penjualan, tetapi juga meliputi pembuatan produk, bagaimana agar produk yang di jual sesuai dengan ekpektasi pasar.

Identifikasi, pemilihan dan pembuatan produk

Banyak produk yang diterima baik oleh pasar tetapi tidak bermanfaat bahkan cenderung berdampak negatif seperti Shampo anti ketombe. Banyak ahli dermatologists mengatakan bahwa shampo anti ketombe mengurangi berbagai vitamin dan mineral rambut sehingga cenderung merusak bukan malah bermanfaat. Beberapa produk yang diterima baik oleh pasar tetapi tidak bermanfaat, dapat dibaca disini.

Manfaat shampo anti ketombe

Pengorbanan pembeli pada suatu barang

Bagian ini termasuk penentuan harga barang.

Kita sering lihat harga-harga yang aneh di supermarket, misalnya Rp 9.999. Tapi kita tidak menyadari bahwa barang yang diberi label harga 9.999 lebih cenderung dibeli dari pada harga 10.000. Menurut sebuah studi, penjualan meningkat 24% bukan karena harga 9.999 lebih rendah dari 10.000 tetapi penggunaan angka 9.

Sebuah experimen pernah dilakukan oleh Universitas Chicago pada pakaian wanita. Barang yang sama tetapi berbeda harga, yaitu $34, $39 dan $44. Anehnya, barang yang paling banyak terjual bukan harga yang paling murah tetapi barang dengan harga $39.

Penentuan Harga Produk

Banyak hal yang bisa kamu jadikan bahan pertimbangan menentukan harga sebuah produk atau service sehingga produk kamu bisa menstimulasi sebagian besar tipe-tipe pembeli (menurut ahli neuroeconomics ada 3: Tightwads, Spendthrifts, Average Spenders).

Mengkomunikasi produk

Menjual barang di era internet saat ini tidak semudah sebelumnya, ketika iklan digital belum ada. Berbeda dengan sebelum ada internet, proses jual/beli dilakukan secara langsung oleh penjual dan pembeli di suatu tempat sehingga penjual cukup mengiklankan produknya di beberapa media saja. Saat ini, proses pembelian adalah sebuah “journey” atau perjalanan. Setiap channel marketing berbeda-beda consumer intent-nya (keinginan membeli). Misalkan untuk beberapa produk dan industri, Facebook akan lebih bermanfaat untuk menjual Sepatu diskon, dibandingkan dengan Google Search.

Proses Pembelian

 Menyediakan channel transaksi

Tujuannya agar seluruh usaha (Product, Price, Promotion) terselesaikan melalui channel-channel sales seperti website, telpon, toko dan sebagainya. Dengan kata lain, seluruh proses akan diselesaikan di bagian ini.

Checkout

Facebooktwitterreddit

Yudhi Lazuardi

Digital Marketer yang memiliki ketertarikan pada psikologi (psycho-science) dan eCommerce. Artikelnya terbit setiap hari Minggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *